0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

Depresi pada remaja adalah kondisi serius yang dapat memengaruhi perasaan, pikiran, dan perilaku mereka. Depresi bukan hanya sekadar perasaan sedih sementara, tetapi gangguan mental yang bisa bertahan lama dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh depresi yang sering dialami oleh remaja:


1. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

– Remaja yang mengalami depresi cenderung menghindari interaksi sosial dengan teman, keluarga, atau guru.
 -Mereka mungkin lebih suka menyendiri, tidak ingin berbicara, atau bahkan menghindari kegiatan yang biasanya mereka sukai.
– Jika seorang remaja tiba-tiba berhenti menghadiri acara sosial atau sulit diajak berbicara, ini bisa menjadi tanda depresi.


2. Perubahan Pola Tidur dan Makan

– Remaja yang mengalami depresi bisa mengalami insomnia (sulit tidur) atau justru tidur berlebihan sepanjang hari.
– Pola makan mereka juga bisa berubah, baik itu kehilangan nafsu makan sehingga berat badan menurun, atau makan berlebihan sebagai pelarian emosional.


3. Penurunan Prestasi Akademik

– Depresi bisa membuat remaja kehilangan motivasi belajar, sulit berkonsentrasi, atau merasa tidak memiliki energi untuk menyelesaikan tugas sekolah.
 -Akibatnya, nilai akademik bisa menurun drastis, dan mereka mungkin kehilangan minat terhadap pelajaran yang sebelumnya mereka sukai.


4. Perasaan Rendah Diri dan Rasa Bersalah Berlebihan

– Remaja dengan depresi sering kali merasa tidak berharga, gagal, atau tidak cukup baik.
– Mereka mungkin terus-menerus menyalahkan diri sendiri atas kesalahan kecil dan merasa bahwa mereka tidak akan pernah berhasil dalam hidup.


5. Perubahan Mood yang Ekstrem

– Depresi sering menyebabkan mood swing atau perubahan suasana hati yang drastis.
– Mereka bisa tiba-tiba marah, mudah tersinggung, atau menangis tanpa alasan yang jelas.


6. Kehilangan Minat terhadap Hobi dan Aktivitas

– Jika seorang remaja tiba-tiba kehilangan minat pada aktivitas yang dulu mereka nikmati, seperti olahraga, musik, atau menggambar, ini bisa menjadi tanda depresi.
– Mereka mungkin merasa bahwa tidak ada lagi yang menyenangkan atau menarik dalam hidup mereka.


7. Pikiran tentang Bunuh Diri atau Menyakiti Diri Sendiri

– Ini adalah tanda paling serius dari depresi.
– Beberapa remaja mungkin mulai berbicara tentang ingin menghilang, tidak ingin hidup, atau merasa tidak berguna.
– Mereka juga bisa mulai melukai diri sendiri (self-harm) sebagai bentuk pelampiasan emosional.


Kesimpulan

Depresi pada remaja dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari menarik diri, perubahan kebiasaan tidur dan makan, penurunan prestasi, perasaan rendah diri, hingga pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Jika tanda-tanda ini muncul, penting bagi keluarga dan teman-teman untuk mendukung dan mencari bantuan profesional agar remaja dapat mendapatkan perawatan yang tepat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %